Wawan Dituntut 6 Tahun Penjara Terkait Kasus Korupsi Alkes Banten dan TPPU

77

Gudanggames.net – Diketahui bahwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan (KPK) menuntut suami Wali Kota Tangerang Selatan, Banten, Airin Rachmi Diany, Tubagus Chaeri Ward, Chasanalias Wawan penjara 6 tahun dan aset atau aset yang sebelumnya telah ditangkap oleh Komisi agar dapat disita oleh negara. tuduhan itu terkandung dalam surat nomor: 67 / TUT.01.06 / 2020/06/24 disusun oleh jaksa yang dipimpin oleh Budi Kurniawan Nugraha dan anggota Subari di antaranyaRoy Riady, Mohamad Nur Azis, Rony Joseph, Muhammad Riduan dan Titto Jilani. Urutan ketebalan 4.850 halaman yang dibaca pada sidang yang diadakan hampir di Senin, Juni 29, 2020 sore sampai malam sebelum fajar. Majelis hakim, jaksa, pengacara pertahanan dan sebagian besar tim berada di ruang Jakarta Pengadilan Tipikor. Adapun Henry untuk melanjutkan pekerjaan dari penjara (penjara) Kelas 1 Cipinang, Jakarta Timur. Sebagian besar tim mengikuti nasihat dalam persidangan kantor masing-masing.

pajak tingkat, berdasarkan fakta-fakta persidangan dari keterangan saksi, ribuan bukti, pernyataan ahli, dan informasi dari terdakwa kemudian Tubagus Chaeri Ward, alias Chasan Henry sebagai pemilik dan Presiden Komisaris PT CPP dan pemilik PT Buana ruang utama (BWU), PT Perdana Putra Jaya (RPM), PT Mandiri Citraputra Internusa (CMI), dan beberapa perusahaan lainnya telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah menurut hukum dua tindakan. Masing-masing dari dua pelanggaran korupsi (korupsi) Proyek dan dua tuduhan pencucian uang (TPPU) berdasarkan undang-undang (UU) berbeda. korupsi cahaya pertama, Henry bersama dengan saudara Henry dihukum tahu Ratu Atut Chosiyah sebagai gubernur interim Banten dan Gubernur Banten dua periode telah membuat korupsi di penyesuaian proses yang diusulkan anggaran Badan Kesehatan provinsi Banten dalam anggaran 2012 dan akuisisi anggaran 2012 dan rumah sakit diarahkan Alkes Banten Pemerintah provinsi acuan dalam Dinas Kesehatan provinsi Banten 2012 dari keadaan ini Rp79.789.124.106,35 korupsi ia menderita kerugian.

Korupsi, Henry telah terbukti Rp50.083.473.826 memperkaya diri dan 14 orang lainnya. Atut termasuk Rp3,859 miliar dan Rano Karno sebagai wakil gubernur Banten Rp 300 juta, Yuni Astuti sebagai pemilik dan direktur PT Java Medika Rp23.396.358.213,85, Djadja dari teman-teman Suhardja sebagai Direktur Jenderal Kesehatan Blogroll Rp240 juta , Ajat Drajat putra Ahmad sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan Blogroll Rp295 juta, Jana Sunawati sebagai pejabat kegiatan pelaksanaan teknis (PPTK) serta penyediaan sarana dan komite prasarana rumah sakit rujukan Banten Rp134 juta, Yogi Adi Prabowo sebagai anggota pengadaan Komite Rp76,5 juta, Tatan Supardi kesehatan Blogroll Office PNS Rp63 juta, Abdul Rohman Rp60 dan RP50 juta Ferga Andriyana juta. Henry et dijatuhkan pada, negara mengalami kerugian sebesar Rp14.528.805.001,75. Jaminan jaksa dari Alkes Tangsel rancangan anggaran 2012 menunjukkan Rp7.941.630.033 Henry telah memperkaya dan lima orang lainnya. Yaitu Yuni Astuti kelima Rp5.063.242.496, Dadang M Epid Rp1.176.500.000, Agus Marwan Mikkindo Adiguna sebagai Direktur PT Pratama Rp206.932.471, Dadang Prijatna Rp103 juta, dan jumlah mamak Jamaksari Rp37,5 Juta .Jika, dua tindakan karena Wawan Wawan korupsi telah memperkaya serangkaian Rp58.025.103.859.