Viral! Debt Collector Coret Coret Rumah Nasabah Karena Ini…

1188

Gudanggames.net – Kesulitan ekonomi saat ini membuat orang terpaksa berhutang. Ada yang berhutang ke orang terdakat, ada pula yang berutang pada lembaga simpan pinjam atau koperasi.
Kadang kala ada orang yang berutang, namun tidak sanggup membayarnya hingga ia berusa menghindar dari penagihan. Saat debtcolector menagih utang ke rumah, ia pura-pura tidak mendengar atau sengaja meninggalkan rumah sebelum debt collector datang untuk penagihan.
Hal ini terjadi pada seorang warga yang kemudian viral di media sosial. Karena menghindar saat penagihan utang, seorang debt collector mengecat dinding rumah warga tersebut dengan peringatan untuk segera membayar utang.

Dalam video yang diunggah oleh akun @makasar.iinfo ini telihat seorang pria dengan mengenakan jaket dan helm tengah mencoret-coret tembok rumah. Ini bukan lah tembok rumahnya sendiri melainkan salah satu nasabah.
Rupanya, pria tersebut merupakan seorang debt collector yang tengah menagih pembayaran utang pada nasabah. “Bayar utang mu. Koperasi macet,” tulis sang debt collector..
Ada pun alasan sang debt collector melakukan hal tersebut. Akibat nasabah peminjam uang ini sudah satu bulan tidak ada kabar.
Setiap ingin ditagih oleh debt collector, nasabah wanita ini tidak ingin keluar rumah. Hingga akhirnya, sang debt collector datang lagi ke rumah nasabah.
Debt collector ini juga langsung mencoret tembok rumah nasabah dengan menggunakan cat pilox.
“Cekcok antara debt collector dengan nasabah, kronologinya sudah sebulan nasabah tidak ada kabar dan setiap si debt collector datang ke rumahnya ibu ini tidak keluar rumah. Debt collector datangi rumahnya dan langsung-langsung melakukan cat pilox,” keterangan yang menyertai video pada Rabu (14/10/20) itu.

Nasabah akhirnya keluar dari rumahnya. Ibu-ibu ini lantas langsung menghampiri sang debt collector. Menurut nasabah wanita itu, aksi mencoret tembok yang dilakukan oleh si debt collector tak bisa dibenarkan.
“Om maaf ya, mending situ telepon aku atau gimana atau WA. Enggak kaya gitu ya caranya,” kata nasabah yang pada akhirnya keluar dari rumah.
“Nah semenjak ku pilox, keluar ibu kan. Jadi ya harus kaya gini caranya bu,” kata sang debt collector.
“Ya enggak, situ kan punya nomor HP ku, tinggal WA atau gimana. Situ kok kaya gitu caranya,” bela nasabah itu.
“Itu alasan itu, aku titip surat di rumah ibu tapi dititipin tetangga,” kata debt collector. “Surat? surat mana? enggak pernah aku sama sekali,” sanggah sang nasabah.
“Nah padahal lebih sering aku berikan surat, ibu bilang enggak pernah,” kata debt collector. “Sama sekali,” bantah nasabah sembari menunjuk-tunjuk debt collector tersebut.
“Satu bulan aku ke sini tiap hari kasih surat, ibu bilang enggak pernah,” kata debt collector lagi. “Enggak pernah om,” nasabah masih membantah pernyataan sang debt collector. “Jadi selama ini ke mana ibu? Ku tanya dulu. Kalau memang ada niat baik ibu,” heran debt collector melihat sanggahan nasabah itu.