Luhut Sebut Virus Corona Tak Kuat dengan Cuaca Indonesia

210

Gudanggames.net – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwasannya COVID-19 atau Virus Corona diperkirakan tidak cocok dengan kondisi cuaca Indonesia. “Dari hasil modelling, cuaca Indonesia, ekuator yang panas dan humidity tinggi maka untuk COVID-19 itu enggak kuat,” kata Luhut dalam konferensi yang di siarkan lewat akun Youtube Seketariat Presiden pada hari Kamis, 02/04/2020.

Meskipun begitu, Luhut meminta agar masyarakat Indonesia melakukan pencegahan dengan cara menerapkan jaga jarak (physical distancing). “Kalau tadi jaga jarak tidak dilakukan ya kondisi itu tidak berarti, sekarang ya tergantung dari kitanya juga, mau bagaimana” ucapnya. Karena begitu, Luhut mengatakan penyebaran Corona di Tanah Air sangat bergantung kepada kedisiplinan masyarakat.

Imbauan lainnya yang di tegaskan oleh pemerintah ialah untuk menunda mudik. Kendati, Ia menyadari masih ada saja masyarakat yang memaksakan untuk mudik. Untuk itu, Luhut mengingatkan bahwa warga yang mudik dari berpotensi membawa penyakit ke kampung halaman.

“Hampir pasti bawa penyakit. Dan kalau bawa penyakit, di daerah bisa meninggal, bisa keluargamu. Makanya kami anjurkan untuk tidak mudik,” ujar Luhut. Untuk mencegah masyarakat mudik pun pemerintah berencana untuk menyalurkan bantuan sosial yang teknisnya akan dikaji oleh Kementerian Sosial dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Luhut mengatakan pemerintah tidak mengambil opsi karantina wilayah alias lockdown lantaran berkaca dengan kebijakan di sejumlah negara seperti India dan Malaysia, yang menimbulkan dampak kepada masyarakat. “Makanya dari pertimbangan semua itu, kami sarankan ke Presiden dan Presiden lebih jernih melihat, kalau itu dilakukan maka dampak yang paling kena adalah masyarakat terbawah, beliau enggak mau,” tutur dia.

Adapun apabila nantinya ada masyarakat yang memaksakan diri untuk mudik dalam kondisi saat ini, kata Luhut, akan diminta untuk diisolasi atau dikarantina selama 14 hari. “Jika tempat mudiknya tak aman, nanti ada kategori daerahnya, pada saat dia kembali ke Jakarta masuk karantina lagi 14 hari, jadi ini menjaga penyebaran corona atau COVID-19 tanpa membunuh kegiatan ekonomi kita,” ucap Luhut.

Di sisi lain, Luhut memastikan bahwa pemerintah juga akan melakukan langkah-langkah supaya angkutan umum selama mudik kali ini memenuhi protokol kesehatan COVID-19, khususnya yang berhubungan dengan physical distancing. Kendati kebijakan itu diperkirakan bisa berdampak kepada tarif angkutan.

“Karena bisa satu bus kapasitas 40 orang mungkin cuma diisi 20 orang, jadi harga bisa melonjak, terkait teknis di lapangan akan segera diputuskan dengan kementerian terkait,” ucap Luhut.

Luhut juga mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan perhatian khusus kepada masyarakat yang berpenghasilan rendah. Luhut memastikan pemerintah akan memberikan bantuan kepada mereka.