Inilah Penginapan Termurah!

25

Gudanggames.net – Saat ini penginapan merupakan salah satu hal penting bagi seseorang dalam melakukan suatu perjalanan.Akan tetapi kebanyakan orang masih sulit untuk mencari penginapan yang sesuai dengan budget yang telah dianggarkan.
Maka dari itu terkadang banyak orang memilih untuk menggunakan aplikasi pembanding harga dari berbagai penginapan yang tersedia. Selain mencari kenyamanan tentunya tarif penginapan yang relatif terjangkau menjadi pilihan banyak orang.
Mengejutkannya ternyata di tengah bejibunnya jumlah hotel dengan harga yang cukup terjangkau hingga mahal ternyata masih ada sejumlah hotel atau penginapan murah.
Seperti pada salah satu penginapan murah yang berada di Kota Semarang berikut ini. Melansir dari Suara.com, disebutkan bahwa cukup membayar sebesar Rp3.000 saja permalam kamu bisa menikmati penginapan murah meriah ini.
Walau memiliki harga yang mencengangkan ternyata masih terdapat sederet fasilitas yang bisa didapati oleh pengunjung. Seperti adanya kamar mandi, lemari dan teman tidur.
Penginapan tersebut berada di Kampung Sumeneban Nomor 144 yang bernama Pondok Boro. Terlebih lagi penginapan tersebut berada di tengah kota yang mudah ditemukan.
Kebanyakan para penghuni dari penginapan tersebut merupakan para perantau yang bekerja sebagai buruh panggul di pasar ataupun pedagang keliling yang merantau ke Kota Semarang.
Misalnya saja seorang bernama Sutrisna yang telah tinggal di penginapan tersebut sejak tahun 1996. Pria berusia 57 Tahun tersebut menyebut jika penginapan itu merupakan paling murah dan nyaman sehingga dirinya merasa betah berlama-lama di sana.
“Di sini enak, murah dan tidak panas meski di tengah kota,” ucapnya Kamis (24/9/2020).
Semula ia membayar sewa untuk dapat menginap sebesar Rp300. Akan tetapi dari tahun ketahun penginapan tersebut mulai menaikkan biaya sewanya hingga mencapai Rp3.000.
Dengan biaya yang sangat murah tersebut menyebabkan dirinya bisa menyisihkan sebagian uang yang nantinya akan dikirim ke keluarganya di kampung. Serta dirinya juga bisa pulang 1 kali seminggu ke wilayah asalnya di Sragen untuk memberikan uang tersebut.
Hal serupa juga dirasakan oleh seorang perantau asal Kebumen bernama Karijan. Saking lamanya pria 80 tahun tersebut sampai lupa kapan mulainya dia mulai tinggal di Pondok Boro.
Sebelumnya ia pernah bekerja serabutan hingga menjadi buruh angkut. Akan tetapi karena saat ini mengingat usia dan kekuatan fisik yang menurun ia lebih memilih untuk melakukan hal yang ringan saja seperti berjualan es.
Mengingat harganya yang murah tentu saja Pondok Boro diserbu oleh pendatang. Saat ini saja perantau yang menempati Pondok Boro berjumlah 140 orang.