India China dan Indonesia Diramalkan IMF dan Bank Dunia Dapat Bertahan Dari Corona

608

Gudanggames.net – Baru – baru ini dengan melandanya virus Covid-19 memberikan kerugian yang snagat besar di berbagai negara di dunia. Menurut Dana Moneter Internasional ( International Monetary Fund/IMF ) dan bank dunia memprediksi bahwa Indonesia masih dapat bertumbuh positif di saat virus corona / Covid-19. Negara Indonesia di percaya mampu menjadi negara yang dapat bertahan dari wabah virus Covid-19 yang berasal dari negara tirai bambu, China. Menurut menteri keuangan Sri Mulyani Indrawati “Proyeksi untuk Asia termasuk Indonesia dari dua institusi yaitu World Bank dan IMF, hanya tiga negara yang masih diperkirakan bertahan di atas 0 persen atau positif teritori, yaitu Indonesia, Tiongkok dan India.” Menurut beliau Indonesia di perkirakan akan tumbuh sebesar 2,3 persen.

Dampak dari wabah virus Covid-19 membuat banyak negara mengkombinasikan kebijakan penanganan dan stimulus ekonomi yang besar. Hal ini disebakan karena penyebaran corona yang luas dan cepat juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi global dan juga Indonesia. Sri Mulyani juga mengatakan bahwa pada umumnya semua negara melakukan instrumen fiskal apakan dengan memberikan insentif pajak atau tax break. Selain itu memberikan tambahan belanja umum di bidang kesehatan serta bantuan sosial dan membantu sektor keuangan agar tidak mengalami potensi krisis. Ini yang dilakukan oleh semua negara melalui penjaminan, memberikan jaminan pinjaman tetap, kredit tetap mengalir atau memberikan fasilitas refinancing atau restructuring, tegasnya.

Kementerian Keuangan bersama BI, OJK dan LPS juga telah melakukan forward-looking assesment berdasarkan berbagai contigency untuk melihat kemungkinan kondisi terburuk yang telah ataupun sedang di perhitungkan saat ini. Berbagai upaya juga telah di lakukan oleh pemerintah untuk melakukan pencegahan dan menstabilkan kondisi ekonomi yang sedang melanda sekarang ini. Pemerintah juga selalu menjaga kesehatan serta kesinambungan keuangan negara melalui kebijakan fiskal dan APBN demi menangani kejadian Covid-19 dan menerapkan refocusing program, realokasi anggaran dan ketersediaan stimulus dengan tujuan kesehatan, perlindungan masyarakat, serta dukungan dunia usaha.