Heboh, Emak-emak Pemudik dari Jakarta Ngomel Ketika Didata Petugas Solo

538

Gudanggames.net – Seorang Ibu warga Kelurahan Sondakan, Kecamatan Laweyan, Solo yang baru balik dari Jakarta buat gempar karena ngomel-ngomel ketika didata petugas. Padahal sesuai prosedur, orang yang baru datang dari red zone virus Corona mesti melakukan karantina mandiri.

Ibu-ibu berdaster batik tersebut mengatakan pendataan itu ialah hal yang dibesar-besarkan. Walau sudah didatangi petugas RT setempat, TNI, kepolisian dan Linmas, ibu itu tetap tak mau didata.

“Ini terlalu dibesar-besarkan,” kata ibu itu menjawab petugas yang ingin mendata, Minggu (5/4/2020).

Kemudian ibu tersebut membandingkan pendataan yang dia terima dengan warga lain yang masih seliwiran didepan rumahnya. Ia merasa dirinya bukan pengedar narkotika yang wajib dipantau.

“Sangat keterlaluan, kecuali saya pengedar narkoba. Resek, malah lebih resek dari Jakarta, nggak ada sopan santunnya. Saya nggak suka!,” ngomel ibu itu.

“Kayak nggak tahu aja orang saya tinggal di sini lebih lama. Saya menikah tahun 93, terlalu dibesar-besarkan,” jelasnya.

Didalam video tersebut juga tampak ada petugas TNI, Satpol PP, dan beberapa petugas yang melakukan pendataan. Ketika dijelaskan ini hanya petugas, ibu itu masih saja ngotot pendataannya keterlaluan.

“Saya stay home, 1X24 jam ada, emang saya keluyuran? Resek ah. Udah cukup!,” kata ibu itu sembarri jalan masuk ke rumahnya.

Saat dimintai konfirmasi kepada Prasetyo Utomo yakni Lurah Sondakan membenarkan kejadian itu. Prasetyo menyebut ibu-ibu itu tiba di Solo pada 28 Maret 2020. Petugas yang mendapatkan informasi dari warga setempat kemudian melakukan pendataan pada 30/03/2020.

“Itu kami datang untuk mendata,” ujar Prasetyo kepada rekan media, Minggu (5/4/2020).

Tetapi Prasetyo mengatakan masalah tersebut sudah diselesaikan. Ibu itu sudah bersedia didata dan menyatakan sanggup melakukan karantina mandiri selama 14 hari.

“Tadi sudah klir, hanya kesalahpahaman. Dia bersedia dikarantina mandiri,” ujarnya.