Dulu Pendapatan 20jt, Sekarang PSK Ini Mengeluh!

22

Gudanggames.net – Banyak orang yang mengalami dampak besar terutama dari segi finasial karena adanya pandemi Covid-19 yang melanda dunia. Di Indonesia sendiri banyak sektor usaha yang terpaksa harus ditutup dan tak bisa beroperasi sementara waktu. Salah satu sektor yang terkena dampak besar dari pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yakni dunia malam. Banyak tempat hiburan yang ditutup untuk mengurangi penyebaran virus mematikan terebut. Tentu saja hal itu berdampak bagi para pekerja di tempat hiburan yang kehilangan pekerjaan. Salah seorang pekerja seks, Acha (nama samara), mengaku mengalami dampak besar karena adanya pandemi.
“Biasanya satu hari bisa 8 sampai 10 kali pelanggan, namun kini hanya 2 sampai 3 pelanggan, bahkan pernah selama tiga hari tidak ada pelanggan,” jelasnya, seperti dilansir dari IDN Times.
Pada hari biasa sebelum pandemi, kata Acha, dirinya bisa mendapat omset kurang lebih Rp20 juta dalam sebulan. Namun kini, ia hanya bisa mendapat uang pas-pasan untuk makan dan membeli kebutuhan sehari-hari.
“Aku punya anak tiga, jadi ya paling pengaruh di situ, tapi masih tercukupi sih. Kalau apartemen sih diusahain karena memang masih ada tabungan dan simpanan,” jelasnya.
Lantaran pandemi yang belum juga usai, Acha dituntut untuk bisa memutar otak agar bisa tetap bertahan di tengah pandemi. Hal itu pula yang membuat dirinya kini mencoba menjajakan diri di sebuah aplikasi.
“Sudah empat bulan terakhir pakai aplikasi, ya diajak teman pertamanya. Tapi kebanyakan PHP-in saja, ngerasa sih meski PSBB kemarin dilonggaran tetap saja belum ramai,” tuturnya.
Acha menjelaskan jika kini dirinya membuka jasa untuk memuaskan nafsu pria hidung belang hingga 24 jam. Hal itu ia lakukan agar bisa mengumpulakn uang untuk bertahan hidup. Bahkan dalam sehari saja Acha terkadang hanya bisa tidur 2 atau 3 jam saja.
“Aku kan nggak open BO jadi tamu jam berapa saja aku terima, karena mikirnya, jika kita santai-santai takutnya besok sepi jadi kalau masih kuat, nggak apa-apa,” imbuhnya.
Tak hanya menjual jasa seks, Acha juga menawarkan pijatan dengan tarif setengah harga untuk para pelanggannya. Ia juga meminta uang tambahan jika ada pelanggan yang mengajaknya untuk jalan.
“Mungkin orang terlalu memikirkan mahal gitu kan, kalau massage setengah harganya, kayak gitu kayak gitu sih ngakalinnya, paling ya kayak kamu ajak jalan gitu kaya paling ngasih berapa buat komisi, tergantung kesepakatan aja sih,” imbuhnya.
Hal yang paling Acha hindari yakni jika ada pelanggan yang meminta untuk melakukan video call seks. Hal itu lantaran Acha takut jika pelanggan akan merekam dan menyebarkan video tersebut. Tentu saja Acha juga selalu merasa takut karena harus melakukan kontak langsung dengan para pelanggannya di masa pandemi seperti sekarang ini. Namun, ia terpaksa menghilangkan hal itu demi bisa mengidupi dirinya dan ketiga anaknya.
“Kalau pribadi saya sih sebenarnya ada rasa was-was, cuma kalau kita berpatok sama rasa was-was itu kita nggak mungkin makan. Paling antisipasinya meminta pelanggan mandi sebelum kontak langsung,” tuturnya.