Viral Unggahan Keluhan Asuransi Pendidikan 17 Tahun Diduga Tidak Bisa Diklaim, Ini Tanggapan AAUI

69

GudangGames.net – Sebuah unggahan berisi informasi mengenai adanya ibu yang telah 17 tahun membayar asuransi pendidikan untuk anaknya dan tidak bisa diklaim dengan alasan perusahan asuransi akan bangkrut viral di media sosial pada Kamis (9/7/2020).

Adapun informasi tersebut ditulis oleh akun Twitter bernama Noob Investor, @ryandirachman.

“Nyokap gue, 17 tahun bayar asuransi pendidikan adek gue. Nah kemaren mau cairin tuh, eh gak bisa masa, alesannya karena mereka mau collapse.. B****** banget emang asuransi di indonesia :)” tulis akun @ryandirachman dalam twitnya.

Ia juga mengisahkan, ibunya telah menyisihkan uang Rp 250.000 sampai 17 tahun kepada pihak asuransi yang tidak disebutkan nama perusahaannya.

Namun, ketika hendak dicairkan, pihak asuransi meminta waktu tenggat selama 3 bulan untuk mencairkan dana milik orangtuanya.

“Nyokap gue tuh tipikal orang yang ‘Pasrah’ sambil berdoa, biar tuhan yang membalas, dia bahkan gak tau harus berbuat apa lagi.

Gue gak gitu, ini hak nyokap gue. Nanti bakalan gue perjuangin pasti uang pendidikan adek gue harus cair,” tulis akun @ryandirachman.

Sejauh ini, twit tersebut telah direspons sebanyak lebih dari 18.000 kali dan telah disukai sebanyak 55.900 kali oleh pengguna Twitter lainnya.

Tanggapan Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI)

Executive Director AAUI, Dody AS Dalimunthe mengungkapkan, kejadian tersebut sebaiknya dicek ke perusahaan asuransi yang bersangkutan.

Sebab, pada kontrak polis sudah diatur mengenai keuntungan yang diterima oleh tertanggung dan juga kewajiban penanggung.

“Selain itu, dapat juga mengecek jika kontrak asuransi berhenti sebelum periode polis berakhir,” ujar Dody, Jumat (10/7/2020).

Sementara, terkait alasan perusahaan asuransi yang mengatakan akan bangkrut atau pailit, Dody menjelaskan, hal tersebut harus ada pernyataan dari pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Pailitnya perusahaan bisa diajukan oleh OJK setelah melihat kondisi keuangan perusahaan. Ada tahapan-tahapan yang dilakukan OJK sebelum menyatakan perusahaan asuransi dalam kondisi pailit,” ujar Dody.

Ia menambahkan, bisa juga perusahaan yang bersangkutan yang mengembalikan izin usaha ke OJK karena tidak sanggup lagi meneruskan operasinya.

Menurutnya, semua perusahaan tetap dengan catatan kepentingan nasabah harus diutamakan.

“Dalam hal pailit nanti akan ditunjuk kurator yang menghitung harta serta menentukan kewajiban yang akan didahulukan untuk dibayarkan,” lanjut dia.

Menurut Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 69/POJK.05/2016 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Asuransi, Perusahaan Asuransi Syariah, Perusahaan Reasuransi, dan Perusahaan Reasuransi Syariah, dijelaskan mengenai perbedaan antara asuransi umum dengan asuransi jiwa.

Asuransi umum adalah usaha jasa pertanggungan risiko yang memberikan penggantian kepada tertanggung atau pemegang polis karena kerugian, kerusakan, biaya yang timbul, kehilangan keuntungan, atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin diderita tertanggung atau pemegang polis karena terjadinya suatu peristiwa yang tidak pasti.

Sementara, asuransi jiwa adalah usaha yang menyelenggarakan jasa penanggulangan risiko yang memberikan pembayaran kepada pemegang polis, tertanggung, atau pihak lain yang berhak dalam hal tertanggung meninggal dunia atau tetap hidup, atau pembayaran lain kepada pemegang polis, tertanggung, atau pihak lain yang berhak pada waktu tertentu yang diatur dalam perjanjian.

Adapun perusahaan asuransi umum hanya dapat menyelenggarakan usaha asuransi umum, termasuk lini usaha asuransi kesehatan dan lini usaha asuransi kecelakaan diri dan usaha reasuransi untuk risiko perusaan asuransi umum lain.

Kemudian, perusahaan asuransi jiwa hanya dapat menyelanggarakan usaha asuransi jiwa termasuk lini usaha anuitas, lini usaha asuransi kesehatan, dan lini usaha asuransi kecelakaan diri.