Gara-Gara Tiktok, Fendy Cuwiko Didatangi Seorang Psikiater yang Dipanggil Orangtuanya

99

GudangGames.net –

Seorang petugas keamanan atau Satpam asal Jepara tengah viral di TikTok.

Aplikasi TikTok memang tengah tenar, karena setiap penggunanya dapat mengekspresikan dirinya dengan jogetan.

Hal ini yang terjadi pada Fendy Cuwiko seorang Security dari pabrik sepatu di Jepara yang pernah viral di media sosial wilayah Jepara karena ambisinya ingin menjadi artis penyanyi dangdut terkenal dengan melakukan video gilanya.

Nama beken Fendy Cuwiko berawal karena mempunyai usaha tempat cuci motor dengan fasilitas WiFi dan seduhan kopi.

Arti dari kata Cuwiko yakni Cuci WiFi dan Kopi, sedangkan nama aslinya yakni Nur Efendi yang lahir di Jepara tanggal 16 April 1990.

Berasal dari Desa Bendanpete, Kecamatan Nalumsari Jepara Jawa Tengah, Fendy merupakan lulusan alumni SMK Bhakti Praja Jepara angkatan 2010.

Anak dari Paryadi dan Sofiyah ini memang sangat aktif gerak dan gokil serta kocak dalam bertingkah laku sehari-harinya.

Pria tinggi besar yang tergila-gila dengan aplikasi TikTok ini terkadang sehari-hari bertingkah gokil, super kocak seperti yang dilakukan penggemar TikTok yang lainnya.

Karena sering melakukan gerakan TikTok Fendy kini sering dimarahi atasannya bahkan disuruh push up di tempat kerjanya.

Mengekspresikan gaya dan cara bernyanyi lewat TikTok kini mendapatkan follower banyak hingga sempat dijuluki satpam TikTok.

Selain itu, Fendy Cuwiko juga meluangkan waktu untuk mengembangkan bakatnya di dunia tarik suara sebagai penyanyi dangdut wilayah Jepara dan memiliki Orkes Melayu Cuwiko.

“Pernah juga merilis lagu ‘Seribu Kata Maaf’ ciptaan Agus Sukirno dari ZMD Record yang duet bareng penyanyi dangdut Icha Farera yang lagu tersebut menceritakan tentang seorang pria yang meminta kesempatan ketiga,” ungkap penggemar seafood dan bakso, Sabtu (11/7/2020).

Penyanyi dangdut Icha Farera merupakan penyanyi yang sering ikut manggung di orkes dangdut Melayu Cuwiko yang didirikan sejak beberapa tahun lalu dan tenar di pesisir pantai Utara Jawa Tengah.

Pengidola group band Setia band, Republik, Nidji, Noah, Naff Justru memilih musik dangdut yang merupakan musik pilihan masyarakat Pantura di Jepara.

Banyak penggemar di wilayah Jepara, Kudus, Pati hingga ibukota Jawa tengah Semarang menceritakan pengalaman yang sering dirasakan saat manggung sebagai bos Orkes Melayu Cuwiko dan juga turut menyumbangkan lagunya.

“Wah, saat penonton pada diam semua terus aku naik panggung kemudian sorakan dan sambutan penonton langsung aku semangat bernyanyi sambil bergaya gerakan TikTok, pokoknya dijamin heboh terus aku dapat saweran deh lumayan buat beli kuota untuk main TikTok lagi hahahaha,” ungkap Fendy Cuwiko.

Sebagai seorang yang masih berstatus bujangan Fendy berharap mendapatkan seorang kekasih hati yang akan segera dilamar.

Namun alhasil belum ada satupun gadis yang menjadi pilihannya sehingga Fendy menciptakan sebuah karya lagu sendiri berjudul ‘Ngegas ke KUA’, supaya berharap ada seorang gadis yang mau dinikahinya.

“Harapannya lagu berjudul ‘Ngegas ke KUA’ yang menceritakan tentang pasangan kekasih yang saling mencintai untuk segera ke KUA untuk segera menikah dan lagu tersebut bisa disukai oleh masyarakat luas,” ungkap pemilik akun Facebook Fendy Cuwiko.